Sabtu, 23 April 2016

Hari Bumi Tidak Hanya 22 April

sumber google

Jumat, 22 April 2016 diperingati sebagai Hari Bumi. Bukan hanya diperingati oleh masyarakat Indonesia saja tetapi seluruh negara dan warga masyarakat internasional.
Hari Bumi dicanangkan untuk menciptakan kesadaran, kepedulian atau awareness dan penghargaan kita terhadap planet yang kita tinggali ini yaitu bumi. 

Hari Bumi adalah hari pengamatan terhadap bumi yang di tetapkan setiap tanggal 22 April dan diperingati secara global.

Apakah kita harus memperingati Hari Bumi tanggal 22 April?

Menurut saya, kesadaran, kepedulian dan penghargaan terhadap bumi kita tercinta ini seharusnya jangan kita peringati setiap tanggal 22 April. Benar, mungkin tanggal 22 April telah di setting untuk waktu dimana diperingatinya Hari Bumi dan menjadi "alarm" bagi kita yang berdering di pagi hari setiap tanggal 22 April.

Akan tetapi, akan lebih bermakna lagi bila "alarm" tersebut terus berdering setiap pagi sepanjang hidup kita. Mulai dari kita mengawali hari itulah kita seharusnya memberikan kontribusi yang nyata bagi kelestarian bumi kita ini, setiap hari. 

Bagaimanakah cara untuk berkontribusi bagi kelestarian bumi?

Cukup mudah, pertama, bila kita bangun di pagi hari menghirup udara pagi yang bersih dan segar, bersyukurlah. Kedua, bila kita beraktifitas di siang hari, janganlah membuang sampah sembarangan sekecil apapun terutama ke sungai.

Ketiga, di sore hari, setelah dari beraktifitas, nikmati setiap detik terbenamnya mentari dan berucaplah,"indah bumi karya-Mu Tuhan." Keempat, di malam hari menjelang kita beristirahat, berdoalah:

Ini bumi-Mu dan bumi kami

Kami tak ingin merusaknya 

Kami ingin merawatnya, selayaknya Kau merawat kami

Kami ingin menjaganya untuk anak cucu kami

Kami ingin menjauhkannya dari otak-otak serakah

Kami ingin memuliakannya selayaknya Kau memuliakan kami

Ini bukan hanya untuk kami

Tetapi untuk setiap senti kehidupan yang Kau ciptakan

Hari Bumi ga akan berarti bila ga ada aksi. Kita mulai dari hal-hal kecil, lakukan secara konsisten dan pastinya kelak akan menimbulkan dampak yang positif bagi kehidupan kita dan bumi kita. Selamat Hari Bumi.
This entry was posted in

Senin, 11 April 2016

Cokroningrat Imperial Park untuk Yogyakarta


Menghadiri sebuah acara di hotel berbintang adalah hal baru bagi saya. Karena sebagai seorang mahasiswa yang jarang keluar kandang, hehehe membuat saya menjadi kudet akan info-info event. Akan tetapi, Jumat (11/3/16) yang lalu saya berkesempatan untuk hadir di Aston Hotel Yogyakarta diajak mbak Riant dalam acara "Gala Dinner Gathering Pre Launch Cokroningrat Imperial Park Hotel & Apartment Yogyakarta".

Acara yang dihadiri oleh lebih dari 100 undangan tersebut merupakan Gala Dinner yang pertama diadakan di Yogyakarta oleh pihak Cokroningrat Imperial Park.

Pada kesempatan itu saya juga dapat mengetahui apa itu Cokroningrat Imperial Park Hotel & Apartment dari presentasi yang disampaikan oleh CEO dan Founder Cokroningrat Imperial Park, Hengky Budi Priyanto.

Beliau mengatakan, proyek Hotel dan Apartment ini akan dibangun diatas tanah seluas 4.000 m² yang berlokasi di kawasan Jalan HOS Cokroaminoto No. 221, Yogyakarta.
 
Proyek siapa?

Cokroningrat Imperial Park Hotel & Apartment merupakan proyek dari Trazz Utama Karya Development Group, yang merupakan salah satu pengembang yang sedang mengembangkan Hotel & Apartment di Bali dan Yogyakarta.

Mengapa Yogyakarta?

Mungkin pertanyaan ini yang muncul dipikiran kita, Mengapa Yogyakarta? Karena Yogyakarta merupakan salah satu kota besar di Indonesia  dan merupakan tujuan wisata nomor dua setelah Bali.

Sehingga, Kota Yogyakarta masuk dalam radar Cokroningrat Imperial Park untuk mengembangkan bisnis properti dan diproyeksikan akan menjadi target investasi yang menjanjikan di Kota Pelajar ini kedepannya.

Investasi yang menjanjikan?

Ya, akan menjadi investasi yang menjanjikan pula, karena ada beberapa kelebihan yang dimiliki Cokroningrat Imperial Park.

Lokasi strategis di kawasan elit, akses ke universitas-universitas di Yogyakarta dekat (UGM, UNY, Janabadra, Stikes, Asmi). Akses ke RS mudah (Bethesda, Panti Rapih, Luira Husada, Sardjito, Dr. Yap, Asri Medical Center).

Pusat perbelanjaan juga dekat (JCM,Amplaz, Superindo,Mirota Godean, Lippo Mall). Selain itu, mengingat kota Yogyakarta yang menjadi  destinasi wisata kedua setelah Bali, Cokroningrat Imperial Park lokasinya dekat dengan tempat-tempat wisata yang ada di kota Yogyakarta (Malioboro, Tugu, Pasar Klithikan, Keraton, Monjali).






Standard Operating Procedure dan perijinan sudah fix belum?

Jika di terjemahkan bebas Standard Operasional Procedure yaitu prosedur atau tahap operasi standar (segala bentuk pedoman kegiatan baik administratif, teknis dan prosedural tata kerja instansi yang bersangkutan) atau singkatnya sesuai dengan aturan yang berlaku.

Nah, pada saat presentasi Pre Launch Cokroningrat Imperial Park, Pak Hengky selaku CEO menjelaskan bahwa dari awal beliau sudah melakukan tahapan terpenting sebelum membangun proyek Cokroningrat Imperial Park, yaitu perizinan.

Persiapan proyek tersebut sudah dilakukan tahun 2011 dan 2013 barulah diproses perizinannya. Bayangkan 2011 dan sekarang 2016, berarti 5 tahun sebelumnya sudah dipersiapkan, kurang matang apa coba.
Jadi SOP nya sudah fix, izinnya juga sudah ada tinggal eksekusinya, hehe.

Mengapa proyek tersebut tidak langsung dibangun di tahun 2013?

Meskipun segala bentuk perizinan sudah clear dan beres di tahun 2013 Cokroningrat Imperial Park belum bisa langsung di bangun, karena di Yogyakarta sendiri belum ada dasar hukum atau peraturan yang memuat aturan mengenai bangunan vertikal lebih dari 4 lantai.

Karena peraturan yang ada saat itu hanya peraturan yang memuat aturan bangunan vertikal sampai dengan 4 lantai. Maka dari itu terpaksalah harus ditunda terlebih dahulu proyeknya.

Barulah setelah ada Peraturan Wali kota (perwal) nomor 7/2015, perwal nomor 8/2015, dan perwal nomor 9/2015. Langkah Cokroningrat Imperial Park semakin mantap.


klik disini

Dengan keluarnya Peraturan Walikota tersebut pihak Cokroningrat Imperial Park menjadi semakin percaya diri untuk melanjutkan proyek Hotel & Apartment di kota Yogyakarta. Karena terkait perizinan, dasar hukum dan peraturannya sudah fix serta tidak menyalahi aturan selain itu sesuai dengan SOP yang ada.
 
Rencananya, pembangunan proyek Trazz Utama Karya Cokroningrat Imperial Park Hotel & Apartment akan dimulai setelah Launching Januari-Februari 2017 mendatang.
 

This entry was posted in

Minggu, 10 April 2016

Mikir, Distribusi Kuaci untuk Seluruh Bumi

Sebulan yang lalu (11/3/16) aku diajak oleh kakak paling hitz se-kota Yogyakarta @atanasia_rian ke Hotel Aston Yogyakarta. Alamatnya di Jalan Urip Sumoharjo No. 37, Gondokusuman, Klitren, Yogyakarta, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta.




Sebenernya aku ga tahu sih ada acara apa di Hotel Aston itu. Tapi cuma dikasih tahu kalo makan-makan, hehehe. "ngko melu aku wae, makan-makan ning Aston". Sebagai anak kos yang amanah dan bertanggung jawab aku iya kan tawaran berharga itu, hehehe. "Oke mbak".

Habis siap-siap (mandi dan segala macamnya apalah itu) kita langsung gassss ke Aston, naik mobil tentunya. Karena ramai pengunjung, kita harus putar dulu sekali biar dapet tempat parkir di deket hotel, ga mau jauh-jauh nanti capek jalannya.

Sampai di hotel, kita langsung masuk lobby dan menuju Ballroom. Ternyata eh ternyata, di sana sudah ramai, banyak tamu undangan. Setelah daftar, langsung deh cuss acara utama, makan malam bersama, hehehe.

Selesai makan, acara paling utama dimulai dan ternyata adalah Gala Dinner Gathering Pre Launch Cokroningrat Imperial Park & Apartment Yogyakarta.




Di dalam hati aku mung mbatin (berbicara dalam hati)
"em, launching hotel & apartment anyar, tambah hotel 1 ning Jogja, eh tapi, apartment ding, nek apartment ketoke ning Jogja durung ono sangertiku." (Launching hotel & apartment baru, bertambah hotel 1 di Jogja, tapi apartment, kalau apartment belum ada).

Kita duduk di bangku paling belakang, karena saking membeludaknya tamu. Acaranya keren, karena banyak orang kayanya, hehe.

Di acara ini pula, saya bertemu dengan temannya mbak Riant, akhir-akhir ini kuketahui namanya Prima Hapsari, beliau hitz juga di Kota Pelajar.

Kegiatanku di sana yaaa, duduk, dengerin pembicara, memperhatikan, menyimak dengan seksama. Tetapi hal yang membuat aku menjadi tertarik ketika, ditawarkannya promo harga apartment, seketika itu juga stand dari pengembang menjadi ramai.

Yaaa, tau sendiri lah, kangge tiyang alit harga apartment di tengah kota, kota besar lagi, harganya kalo misal kita beli kuaci, mungkin bisa kita distribusikan ke seluruh negara di bumi ini untuk mengentaskan kelaparan, hehehe banyak pokoknya.

Setelah sesi jual-beli selesai, acara pun ikut selesai, time to go home. Dan kita pulang, sampai mobil dan sepanjang perjalanan pulang sampai rumah pun aku dan Mbak Riant masih membahas perihal harga yang paling murah dari apartment itu.

Tapi, yaaa, gila walaupun sebagai pendatang baru di dunia ini, pengalamannya ga bisa di gantikan lah, makasih buat embak hitz Jogja, yang baik hati, tidak sombong, suka ndagel, sering-sering aja ajak aku dolan. Terbaeek lah pokoknya.
This entry was posted in

Selasa, 22 Maret 2016

Netizen Gathering MPR RI di Yogyakarta (Bagian 2)

Pada sesi yang kedua pukul 19.30-21.30 WIB, acara lebih santai dari pada sesi pertama. Sesi kedua ini dimulai setelah makan malam di Ruang Heritage yang terletak di seberang Eastparc Hotel. kali ini pembicaranya adalah Pak Ma’ruf Cahyono, Sekretaris Jenderal MPR RI. 
  
Ruang Heritage Eastparc Hotel Yogyakarta

Pembicara kali ini tidak kalah fenomenal dengan ketua MPR RI Bang Zulkifli yang menjadi pembicara di sesi pertama sebelumnya. Pak Ma’ruf Cahyono merupakan Sekretaris Jeneral MPR RI termuda Indonesia sepanjang sejarah yang dilantik bulan Februari lalu.

Beliau membawakan materi diskusi dengan santai dan menggunakan bahasa yang mudah dicerna. Beliau juga menyampaikan terima kasih dari Pak Zulkifli Hasan kepada para netizen dan awak media yang telah hadir dan sangat mengapresiasi acara “Netizen Jogja Ngobrol bareng MPR RI” serta berharap acara-acara seperti ini bisa terselenggara di kota-kota lain juga.

Pada sesi ini, pengetahuan saya semakin bertambah, karena saya baru tahu mengenai tugas setiap anggota MPR RI yang berjumlah 693 orang yang terdiri dari DPR dan DPD, yaitu:

Sesuai Pasal 5 UU Nomor 17 Tahun 2014 juncto UU Nomor 42 Tahun 2014 tentang  MPR, DPR, DPR dan DPRD (atau UU MD3). Secara umum tugas MPR adalah:
  1. Memasyarakatkan Ketetapan MPR (TAP MPR),
  2. Memasyarakatkan 4 Pilar MPR RI, 
  3. Melakukan kajian sistem ketatanegaraan, dan
  4. Menyerap aspirasi masyarakat.
Oleh sebab itu, dalam melaksanakan tugasnya dalam memasyarakatkan 4 Pilar tidak bisa sendiri. MPR RI menggandeng netizen dalam mensosialisasikan 4 Pilar tersebut. Bahkan netizen pun ditantang untuk menuangkan pikiran dalam tulisan dimana tuisan itu bisa diterima oleh semua kalangan.

Dalam diskusi kedua ini beliau juga berharap bahwa tulisan-tulisan dari blogger tersebut dikumpulkan dan dicetak. Dan cetakan tersebut dibagikan kepada setiap anggota MPR RI agar dapat dibaca.

Beliau megatakan bahwa tidak ingin ada miss-persepsi terhadap MPR antara MPR dulu dan sekarang, pentingnya merawat Indonesia dan menjaga 4 Pilar.

Sesi ketiga keesokan harinya Sabtu, 19 Maret 2016 pukul 09.00-11.00 disampaikan oleh Bapak TB. Soenmandjaja dengan tema "Menangkal Radikalisme dengan 4 Pilar."





Jika ada radikalisme yang timbul pada masyarakat, jangan salahkan agamanya, tapi salahkan individunya atau pemeluk agamanya. Dan penyebab radikalisme bisa saja karena masalah ekonomi bukan hanya ideologi.

Beliau menambahkan ada tiga faktor yang menyebabkan seseorang menjadi radikal. Tiga faktor tersebut adalah faktor keluarga, dimana bisa saja dahulu keluarga orang tersebut mengalami konflik yang membekas pada dirinya. Yang kedua adalah faktor pendidikan atau pengajaran. Sementara faktor yang terakhir adalah karena pilihan.


Acara Penutupan

Setelah sesi ketiga berakhir, acara  “Netizen Jogja Ngobrol bareng MPR RI” di Eastparc Hotel Jogja ditutup oleh Sekjen MPR RI Ma’ruf Cahyono.


Bersama Bp. TB. Soenmandjaja
Maka dari itu saya mengajak setiap kita mari jadikan Pancasila sebagai pandangan hidup berbangsa, UUD 1945 sebaagai konstitusi yang nyata, NKRI jiwa raga kita, dan Bhineka Tunggal Ika penyatu dalam keheterogenitasan kita. Untuk tercapainya moral, etika, dan kepribadian bernegara.







This entry was posted in